Mungkin skenarionya
sudah selesai atau akan berlanjut esok hari,harapanku hanya satu yaitu masalah itu selesai dan dia tak akan membahas
ataupun merevisinya kembali.Aku sudah terlalu jenuh mempersoalkan tema
itu.Beban bathin,atau aku sekedar kepikiran saja.Oh Tuhan, ini menyiksa hatiku.
Kenapa harus ada manusia itu yang hadir di hidupku, takdirMu mengujiku.
Skenario apalagi yang akan Engkau tunjukan??? Aku lelah,Lelah dengan keadaan
ini. Sesungguhnya aku tak ingin mengeluh. Aku hanya ingin berkisah. Tuhan
tolong hentikan kisah ini.Aku capek.
Siapa yang sebenarnya
egois,aku atau dia??Yah kita berdua, ini kesalahan ku dan ini juga kesalahan
dia, aku terlalu egois. Aku tidak memberikan celah sedikitpun kepadanya tapi
kenapa dia tetap kukuh dengan kemauannya. Aku benci dirinya,dia itu bodoh. Maaf
aku tak bermaksud menghinamu.Tapi itu kenyataanya.Kamu edelweis yang bodoh, kamu edelweis yang malang dan kamu edelweis yang egois.Kamu terlalu sabar mengahadapi senja yang memberikan keindahan palsu. Kamu menyia-nyiakan waktumu
untukku. Seharusnya kau pikirkan masalah yang lebih penting di banding
memikirkanku. Akh percuma jika aku harus melayani kebodohanmu.Cukup....edelweis...jangan kamu ganggu hidupku lagi.Bahagialah kamu dengan kupu-kupu disana,dia lebih setia menemanimu.Dia lebih pantas bersamamu.Dia cantik dan anggun.
Mungkin sudah hampir satu tahun kita berteman. Tapi sampai detik ini aku tak bisa untuk pasrah
memberikan setengah hatiku untukmu. Aku tak mudah untuk jatuh cinta pada edelweis yang bodoh, mau
dengan cara apapun kamu mengoda hatiku, rasa ini tetap untuk
seseorang. Seseorang yang lama sudah aku kenal. Seseorang yang selalu membayangi
mimpi-mimpiku. Seseorang yang menemaniku dikala hati sedang retak. Seseorang
yang memegang erat jari jemari tanganku.Seseorang yang bersedia memberikan
bahuya untuk menyandarkan kepalaku.Seseorang yang memelukku dari dinginnya
angin malam.Seseorang yang telah meluluhkan hatiku.Seseorang yang mengerti.
Seseorang yang ada setiap aku butuhkan.Dia seseorang yang aku sayangi dan aku
cintai, sahabatku Dandelion.
bersambung....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar